Jika blog ini bermanfaat bagi anda, bantu klik iklan di blog ini agar bermanfaat bagi saya...

Jangan lupa baca ni...

28 January 2010

Suspensi

SUSPENSI

Suspensi adalah Sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut yang terdispersi dalam fase cair atau sediaan yang mengandung bahan obat bentuk halus, tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa.
Dalam suspense, bentuk padat dan cair akan membentuk antar muka. Antar muka antara cairan dan udara juga ada. Antar muka adalah batas antara 2 fase yang memiliki sifat yang berbeda apabila berada bersama-sama. Suspense yang digunakan untuk bagian luar, dimana bahan pendispersinya didominasi oleh air, misalnya salep (gel suspense), supositoria (supositoria suspense), obat injeksi dan obat mata dengan bahan obat tersuspensi (didalam air dan minyak), suspense sebagai pengisi kapsul.
Suspense kering merupakan bentuk yang khusus, suspense kering yaitu preparat berbentuk serbuk kering yang baru diubah menjadi suspense dengan penambahan air sesaat sebelum digunakan. Cara ini digunakan untuk obat yang mempunyai daya tahan yang tidak memadai di dalam air dan juga pembentukan sedimen yang sulit dikocok.
Analog dengan emulsi pada suspense juga dapat dibedakan bahan terdispersi dan pendispersi, dimana pada suspense fase terdispersi terdiri dari bahan padat yang praktis tidak larut didalam fase cair. Bahan terlarut parsial didalam bahan pendispersi kurang cocok dibuat suspense, karena dapat terjadi kasarnya partikel fase terdispersi yang disebabkan oleh pertumbuhan Kristal. Oleh karena itu diusahakan untuk menggunakan senyawa yang sukar larut dalam air misalnya melalui pembentukan turunannya (benzatin-penisilin dengan kelarutan dalam air 0,02%), bahan obat larut air (tidak larut dalam minyak) hanya dapat diracik menjadi suspense dengan bahan pelarut lipoid.
Suspense untuk keperluan luar yang terpenting adalah lotion seng oksida, talk dan campuran gliserol-air. Pada pembuatan lotion seng oksida, air yang ditambahkan sebaiknya dalam keadaan panas, agar diperoleh suspense yang sangat halus dan kental.Suspense apabila dikocok selama 60 detik maka akan tetap homogen selama 5 menit.


BAHAN-BAHAN TAMBAHAN
1.Senyawa amfifil(pada bahan suspense hidrofil khususnya tween)
2.Peptisator (sejumlah garam laut air seperti kalium tartrat, natrium oksalat, kalsium sitrat, natrium pirofosfat serta alkali karbonat, galat dan elektrolit lemah lainnya).
3.Bahan penambah viskositas (bahan lendir makromolekuler, seperti tragakan, pectin, metilselulosa, hidroksietilselulosa, natriumkarboksimetilselulosa, turunan pati terhidroksialkilasi, natrium alginate, polimerisat dari asam akrilat (carbopol) dekstan, polietilenglikol atau dalam skala yang lebih kecil, alcohol bervalensi banyak, contoh : gliserol dan sorbitol)
4.Penguat struktur minyak pada suspense minyak (alumuniummonostearat).
5.Bahan pengawet (asam benzoate, asam propionate).

TEKNOLOGI PEMBUATAN
Pembuatan sediaan obat suspense dibedakan menjadi 4 fase yakni,
1.Pendistribusian atau penghalusan fase terdispersi.
2.Pencampuran dan pendispersian fase terdispersi di dalam bahan pendispersi.
3.
4.

Setelah penghalusan sampai ukuran partikel yang dikehendaki, bahan mula-mula digerus homogen dengan sejumlah kecil bahan pendispersi, .......................................

PEMBUATAN SUSPENSI
Contoh pembuatan suspense :
Dalam pembuatan suatu suspense, harus mengetahui dengan baik karateristik fase terdispersi dan medium pendispersi.
Contoh formula suspense oral :
Al hidroksi gel kompresi 362,8 g
Larutan sorbitol 282,0 ml
Sirup 93.0 ml
Gliserin 25,0 ml
Metilparaben 0,9 g
Propilparaben 0,3 g
Flavor secukupnya
Air murni sampai 1000 ml





Cara pembuatan :

.......................................................................

Alasan obat dibuat suspense :
1.Obat-obat tertentu tidak stabil dalam bentuk larutan, tetapi stabil dalam bentuk suspensi.
2.Bentuk cair lebih disukai dari pada bentuk padat karena lebih mudah ditelan.
3.Penyesuaian dosis untuk anak-anak lebih mudah.
4.Rasa obat yang tidak enak kurang berasa bila dibanding bentuk larutan.

Sifat-sifat yang diinginkan dalam suspense :
1.Mengendap secara lambat dan harus rata lagi bila dikocok.
2.Ukuran partikel suspense tetap, konstan dalam penyimpanan.
3.Harus dapat dituang dari wadah dengan cepat dan homogen.

STABILISASI
Jika pada suspense, dimana proses sedimentasi tidak dapat dicegah, maka dipilih suatu bahan pendispersi dengan sifat rheologis tertentu, yang tidak memungkinkan turunnya setiap partikel terdispersi. Artinya, diupayakan agar proses sedimentasi ataupun proses lain yang dapat mempengaruhi homogenitas sediaan, seperti aglomerasi, flotasi, dan flukolasi dapat dihambat. Hal itu dapat diatasi dengan penambahan stabilisator, yang mempertinggi viskositas sediaan. Akan tetapi daya alir suspense (terutama pada suspense per oral) tetap dipertahankan.
...........................................................

DAYA KOCOK SEDIMEN
Pada umumnya suspense farmasetika mengijinkan terjadinya pembentukan sedimen (kecuali suspense per oral dengan kerja obat yang kuat). .....................................
....................................................

ADSORPSI PADA ANTAR MUKA PADAT-CAIR
Adsorpsi dari suatu zat terlarut dengan suatu permukaan padat dapat terjadi selama penyiapan bentuk sediaan suspense.................................

PENGUJIAN

1.Analisa sedimentasi
Untuk mengkarakterisasikan suspense digunakan analisa sedimentasi, dimana kelas ukuran partikel.....................................

2.Pengujian ukuran partikel, dispersitas
Penentuan partikel body padat tersuspensi dilakukan ...
............................................

Ayo DOWNLOAD artikel ini,.... jangan lupa komentar ya agar semangat mau posting lagi...

No comments:

Post a Comment

Jangan lupa komentar wahai pengunjung yang budiman.....
Dengan berkomentar, Admin bisa mengerti apa yang anda sarankan dan apa yang kurang dari blog ini. Thanks

Post a Comment