Jika blog ini bermanfaat bagi anda, bantu klik iklan di blog ini agar bermanfaat bagi saya...

Jangan lupa baca ni...

16 May 2010

Pengaruh obat terhadap aktivitas enzim

Metabolisme merupakan totalitas proses kimia di dalam tubuh, atau proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi di dalam tubuh dan dikatalisa oleh enzim. Metabolisme meliputi segala aktivitas hidup yang bertujuan agar sel tersebut mampu untuk berahan hidup, tumbuh dan melakukan reproduksi.Semua sel penyusun tubuh mahkluk hidup memerlukan energi agar proses kehidupan dapat berlangsung. Sel-sel menyimpan energi kimia dalam bentuk makanan kemudian mengubahnya dalam bentuk energi lain pada proses metabolisme.

Metabolisme disebut juga biotransformasi. Organ utama yang bertanggung jawab untuk biotransformasi obat adalah hati. Akan tetapi jaringan intestme, paru dan ginjal juga mengandung sejumlah enzim biotransformasi. Jaringan lain dan mikroflora intestine dapat pula berperan biotransformasi obat. Proses metabolisme di dalam sel melibatkan aktivitas sejumlah besar katalis biologic yang disbut enzim dan berlangsung melalui respirasi (katabolisme) dan sintesis (anabolisme).

Reaksi katabolisme adalah reaksi yang sifatnya memecah ikatan kimia yang kompleks menjadi ikatan kimia yang lebih sederhana. Pada waktu ikatan putus dan molekul terpecah terjadi pembebasan energy (reaksi exergonik). Contoh reaksi katabolisme adalah proses respirasi (termasuk aerob dan anaerob)

Reaksi anabolisme adalah reaksi pembentukan , yaitu pembentukan molekul sederhana menjadi molekul kompleks. Reaksi anabolisme merupakan reaksi sintesis karena adanya transformasi energy yang disimpan dalam bentuk ikatan kimia, oleh sebab itu reaksi anabolisme disebut juga reaksi yang membutuhkan energy (endergonik). Contoh reaksi anabolisme adalah sintesis (termasuk fotosintesis dan kemosintesis).


Molekul-molekul yang terikat dengan proses metabolisme :

1. ATP

Merupakan molekul berenergi tinggi. Molekul ini merupakan ikatan adenosin yang mengikat tiga gugusan phospat, dengan ikatan yang lemah atau labil sehinnga mudah melepaskan ikatan phospatnya pada saat mengalami hidrolisis.

Reaksinya :

ATP ADP AMP (Reaksi tersebut merupakan reaksi bolak balik)

Perubahan ATP menjadi ADP diikuti dengan pembebasan energy sebesar 7,3 kalori/ATP.

2. Enzim

Enzim merupakan senyawa organik jenis protein yang diasilkan oleh sel dan berperan sebagai katalisator (pemercepat reaksi kimia), sehingga disebut biokatalisator. Reaksi metabolisme dalam sel sangat membutuhkan keberadaan enzim. Seluruh reaksi kimia yang membangun proses metabolisme merupakan reaksi enzimatis. Enzim mengatur kecepatan dan kekhususan ribuan reaksi kimia yang berlangsng di dalam sel. Walaupun enzim dibuat di dalam sel, tetapi untuk bertindak sebagai katalis tidak harus selalu di dalam sel.

Enzim yang berperan dalam biotransformasi terutama terdapat di dalam sel hati tetapi juga ada yang di ginjal, paru epitel saluran cerna dan plasma. Berdasarkan atas lokasinya, enzim dapat dibedakan menjadi enzim mikrosomal terdapat dalam eretikulum endoplasma yang halus dan non mikrosomal. Enzim mikrosom mengkatalisa reaksi konyugasi glukoronoid dan kebanyakan reaksi oksidasi obat, sedangkan reaksi konyugasi lainnya dan beberapa reaksi oksidasi dikatalisa oleh enzim non mikrosom, tetapi reaksi reduksi dan hidrolisis dikatalisa oleh enzim mikrosom dan non mikrosom.

Enzim mikrosom dapat dirangsang aktivitasnya oleh obat atau zat kimia tertentu, zat tersebut menginduksi sintesis enzim mikrosom tanpa perlu menjadi substratnya. Zat penginduksi enzim dibagi menjadi dua kelompok yaitu yang kerjanya menyerupai fenobarbital (yang meningkatkan biotransformasi banyak obat) dan yang kerjanya mirip hidrokarbon polisiklik (yang meningkatkan metabolisme beberapa obat saja). (Anonim, 2009)

Penggunaan Enzim sebagai Obat :

Biasanya mengacu kepada pemberian enzim untuk mengatasi defisiensi enzim yang seyogyanya terdapat di dalam tubuh manusia untuk mengkatalis reaksi-reaksi tertentu. Berdasarkan lamanya pemberian enzim sebagai pengobatan, maka keadaan defisiensi enzim dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu keadaan enzim defisiensi enzim yang bersifat sementara dan yang bersifat menetap. Contoh : keadaan enzim defisiensi enzim yang bersifat sementara yaitu pada enzim pencernaan, diantaranya protease dan peptidase yang mengubah karbohidrat menjadi asam amino, lipase yang mengubah lemak menjadi asam lemak, karbohidrase yng mengubah karbohidrat menjadi glukosa. Sedangkan defisiensi enzim yang bersifat menetap menyebabkan banyak kelainan, yang biasanya juga disebut kelainan genetic, mengingat enzim merupakan protein yang ditentukan oleh gen. contoh kelainan akibat defisiensi enzim antara lain adalah hemophilia.

Enzim sebagai Sasaran Pengobatan :


Untu file lebih lengkapnya,.. Ayo klik DOWNLOAD untuk mendapakan artikel ini, mudah kok>>>>


2 comments:

  1. terima kasih postingannya ya..
    salam kenal..
    kunjungi juga blog saya fakultas teknik unand

    ReplyDelete
  2. Salam kenal juga myun,....
    oke abis ini aku kunjungi blognya..

    ReplyDelete

Jangan lupa komentar wahai pengunjung yang budiman.....
Dengan berkomentar, Admin bisa mengerti apa yang anda sarankan dan apa yang kurang dari blog ini. Thanks